Dynamic Blinkie Text Generator at TextSpace.net

Kamis, 22 Maret 2012

LIBURAN YANG KURANG BERUNTUNG



Ujian semester Genap telah usai aku lalui dengan berjuta-juta penat di dalam benakku. Entah mengapa, aku semakin boring kalau liburan terlalu lama. Memang sih serba salah, sekolah males karena tugas yang selalu ada di hidupku, kalau liburan juga males karena bingung juga mau ngapain. Belum ada planning. Yang bikin BT lagi, MALAM TAHUN BARU !!!! Sama sekali aku belum ada rencana mau ngapain dan sama siapa ? Sepertinya liburan kali ini merupakan liburan suram dan kelabu bagiku. Kebanyakan, waktu liburanku tersita hanya untuk melupakan sang mantan. Sedihnya diriku.
     Di hari awal liburanku. Seperti biasa, kalau aku bangun siang pasti ibuku teriak-teriak untuk membangunkan aku dari lelapku. “DINAAA !!!!!! BANGUN !!! Perawan-perawan hari gini belum bangun !! Pamali tau !!!” Teriak ibuku ditambah dengan gedoran pintu kamarku yang membuat aku terbangun !!!! “Yah elah !!! Masa jam 7 aja udah dibilang siang. Apalagi kalo gua bangun jam 10 ???? Dibilang sore kallii !!!” gumamku dalam hati. Saat ku ada didalam kamar mandi, seperti biasa. Bangun tidur lalu gosok gigi lihat di meja makan tersedia makanan atau tidak ?? Hehe… Seperti biasa pula, ibuku protes “Udah sana !!! Sekalian mandi . Toh cuma siram badan saja.” Kalau di meja makan tidak ada makanan, akupun protes “Ma, masa ga ada makanan sih? Tadi lagian Deni beli makanan bukannya sekalian beliin !!!” Ya, Deni adalah adikku yang pertama. Dia baru kelas 6 SD. “Makanya, bangunnya jangan siang-siang. Mana ada yang jualan makanan jam segini.” balas ibuku. Akupun langsung menyalakan televisi. Hmmmmmm…..kalau dipikir-pikir, sepertinya aku anak yang malas. Hehe.. Tapi, jangan salah ! Pekerjaanku bukan di pagi hari, melainkan di sore hari.
     Esok harinya, entah kenapa pukul 06.00 WIB, aku sudah terbangun dari tidurku tanpa teriakkan ibuku. “Din, mandi sana !!! Nanti kita berangkat ke Magelang !!!” kata ibuku. “Lho,memangnya ada apa ma? Kok mendadak begini???” akupun kaget karena tiba-tiba ibuku bilang kalau akan pergi ke kampung halamanku. “Yaudah buruan sana !!! Mau ikut gak? Tidak usah banyak tanya.” Jawab ibuku yang baru saja memandikan adikku yang berumur 2 tahun. “Hehe…ya pasti mau lah !!! Masa liburan dirumah mulu. Mang gua keong ! Hehe..lumayan..Itung-itung, bisa sambil nglupain dia..” gumamku dalam hati. Akupun langsung mandi dan merapikan segala bawaanku. Sekitar pukul 11.00 WIB aku, ibuku, kedua adikku, tante dan omku telah siap didalam mobil dan langsung meninggalkan rumah. Ayahku terpaksa tidak ikut karena ia belum bisa ambil cuti karena masih banyak pekerjaan. Di Magelang, kami tiba pukul 00.30 WIB. Perjalanan yang melelahkan ! Akupun langsung tertidur dengan lelap.
     Fajar telah terbit. Di kampungku, pagi hari memang sangat dingin. Entah kenapa, pukul 6 pagi aku sudah bangun. Aku tidak berani pagi-pagi gini sudah mandi, apalagi airnya dingin sekali. Padahal, udaranya kan sudah dingin. Tiba-tiba handphoneku berdering tanda bahwa ada sms masuk. Tertera nomor yang tidak ada di handphoneku. “Oohh……Reza !! Tumben dia sms gue.” Gumamku. Reza itu mantanku yang baru putus denganku.

Tumben lo gak sms atau nelpon gue lagi. Udah lupa lo yah sama gue?

Sender : 0853xxxx

“Apa maksud dia ngomong gini ke gue ?? Mang napa kalau gue gak sms-sms dia? Bukannya justru bagus !!” protesku dalam hati. Lalu kuletakkan kembali handphoneku, tanpa membalas pesan masuk dari dia.
     Keesokan harinya. Aku bangun pukul 06.00 WIB. Hari ini merupakan hari akhir dari tahun 2009 ini. Akupun bingung karena sama sekali belum ada rencana apapun. Aku mengajak ibuku untuk pergi ke Borobudur, tetapi dia tidak mau. Memang, kampungku dekat dengan Borobudur. Waktupun berputar, pagi hingga siang berlanjut terbenamnya matahari dan malampun tiba. Bertanda detik-detik menyambut lembar kehidupan yang baru. Terpaksa, karena tidak ada rencana. Aku melewati detik-detik terakhir ini dengan melelapkan tidurku. Namun, yang ada dibenakku hanya dia !!! “Kenapa sih ! Selalu ada dia mulu dipikiran gua ?” hatiku berbicara. Aku iri karena dia pasti menikmati malam tahun baru ini dengan pacar barunya. Sedih sekali hati ini. Akhirnya akupun terlelap dalam tidurku. Dalam benakku, aku berprinsip bahwa, “meskipun aku tidak dapat merayakan malam tahun baru kali ini. Tapi, semoga saja aku bisa merubah sikap dan prilaku ku dari buruk hingga baik.”  
     Setelah melewati malam yang suram tersebut, hari ini aku, ibuku, kedua adikku dan kakak sepupuku yang ada di kampung akan pergi ke Candi Borobudur yang letaknya tidak jauh dari kampungku. Kamipun berangkat berjalan kaki, karena letaknya dekat sekali. “Bule, aku ora melu yo neng Candi, aku arep dolan.” Kata kakak sepupuku dengan berbahasa Jawa. “Yowes, ora opo-opo. Ati-ati yo.” Jawab ibuku. Memang, bagi penduduk yang rumahnya tidak berjauhan dengan Candi Borobudur merasa jenuh kalau ingin berwisata kesana. Tetapi, bagi turis-turis dan pendatang jauh,merasa tertarik,begitupun saya. Setelah sampai disana, kamipun menuju ketempat cenderamata. Setelah,selesai mencari apa yang diinginkan, kami pergi ke suatu tempat rumah makan bakso Pak Mingin,namanya. “Pak,3 bakso, 1 Es Campur dan 2 Teh botol ya.” Pinta ibuku kepada penjual bakso yang memang dandanannya klimis. “Nje bu.” Jawab penjual bakso dengan ramah. Hmm…Kenyang juga makan bakso !! “Ma, naik ke candinya yuk !!” pinta adikku yang kelas 6 SD tersebut. “Nanti, kalau naik, siapa yang mau gendong adikmu ini? Memangnya tidak capek turun naik.” Tolak ibuku dengan alasan yang menurut saya aneh. Ya sudah lah, terpaksa tidak naik ke candinya. Hufh .. Dasar orangtua ! hehe… Kamipun pulang dengan menggunakan andong.
Sesampai di depan rumah, aku bertemu dengan wanita sekitar berusia 45 tahun. “Iki dina po bukan? Pangling aku ngliatnya. Wis besar yo ? Karo sopo kemari? Ndi ibune?” sapa wanita tersebut dengan ramah. “Iya bu, ini Dina. Kesini sama mama kok. Itu ada didalam, mampir dulu bu !” jawab ku dengan ramah pula. “Ora sah ! Salamin aja buat ibune !” sahut wanita tersebut, akupun tersenyum. “Yo wes yo. Tak pamit dulu, ono gawean iki neng rumah.” Kata wanita itu lagi. Setelah dipikir-pikir, kenapa yah kebanyakan orang disini saat melihatku pada pangling. Apa mungkin karena sudah lima tahun aku tidak menginjak kampung halamanku ini? Hmm…yasudahlah tidak usah terlalu dipikirkan.
Keesokan harinya, aku dan keluargaku dari Jakarta pamit kepada nenek dan kakekku. “Hadooo !!! Kenapa coba harus ada salak dimobil ini ! Buat gue gak nyaman aja !” kataku dengan dongkol. Memang, dari kecil aku sangat tidak suka dengan buah salak. Kalau ada salak dirumahku, akupun teriak dan marah-marah tidak jelas. Selama perjalanan, aroma salak yang menurutku tidak sedap itu mengganggu pernapasanku. Terpaksa aku membuku celah di jendela mobil. “Huh,macet banget lagi !! Ada apa sih ini?” kata omku dengan kesal. “Ya namanya juga hari akhir liburan. Pasti macet lah!” jawab tanteku dengan nada menenangkan perasaan omku yang sedang keki. “Ah,paling juga lagi buka-tutup. Kan lagi di jalur nagrek.” Sambung ibuku yang sedang memangku adikku yang tertidur. Memang, di jalur Nagrek ini, hamper satu setengah jam mobil terdiam karena menunggu buka-tutup. Padahal, di jalur yang berlawanan arah dengan jalurku kosong. Tidak lama kemudian, datanglah pak polisi, menandai bahwa sudah bisa berjalan. Artinya, jalur yang berlawanan dengan jalurku telah ditutup dan jalurku telah dibuka. Akhirnya perjalanan kembali normal. Akupun tertidur hingga tiba dirumah ku. Sesampai dirumah, aku membantu ibuku menurunkan barang-barang. Lalu, aku melanjutkan tidurku.
Keesokannya, saat aku bangun, badanku terasa tidak enak. Akupun terpaksa tidak masuk sekolah, padahal hari ini hari pertama masuk. Yasudah, aku terpaksa istirahat dirumah.
Selesai lah masa liburanku kali ini.
   

Aisatsu

Disini, saya mau share tentang status saya. Yaaa.... iseng-iseng aja. Cuma sekedar perkenalan aja. 
Ini adalah pertama kalinya saya mempunyai Blog. Kalian bisa lihat profil saya. Umur saya masih 17 tahun. Dan saat ini saya sedang duduk di bangku kelas XII di salah satu SMA Negeri 48 Jakarta Timur.
Hmm... Kalo pacar sih saya punya. Namanya Reza. Gak penting juga ngomongin pacar. hehe.

PUPUS


Kenalin, namaku Carla, mahasiswi di suatu Universitas ternama di Indonesia. Umurku belum tua-tua banget, sekitar 18 tahun. Aku mempunyai dua sahabat yang paling aku sayang, Tia dan Nuri. Mereka juga satu Universitas denganku. Dulu aku dengan mereka juga satu SMA . Aku dengan mereka sudah 5 tahun melewati hidup bersama, maupun susah, senang, sedih, atau apalah, tetap kita lalui bersama.Udah sekitar 2 tahun aku dengan mereka satu kosan yang terletak di daerah pojokan kota Jakarta. Sedangkan kedua orang tuaku  tinggal di Luar kota Jakarta, tepatnya di kota Magelang. Aku yang berkeinginan untuk ngekos bareng Tia dan Nuri. Dan di lain hal, kampusku bukan di Magelang, tapi di Jakarta. Itu alasanku mengapa aku lebih memilih ngekos daripada tinggal bersama tanteku yang tinggal tak jauh dari kampusku. Aku tidak mau tinggal disana karena, aku ingin mencoba untuk hidup lebih mandiri.

Terik matahari menyengat, penuh dengan keramaian lalu lintas yang memadati daerah ibu kota. Siang ini, aku dan kedua sahabatku, Tia dan Nuri, telah makan siang di sebuah cafè yang tak jauh dari kampus kami.

“La, habis ini kamu mau kemana? Ada film bagus looh. Aku sama Nuri mau nonton. Kamu mau ikut nggak?”ucap Tia. “Hah? Nonton? Yaaah. Kayaknya aku nggak bisa deh. Tugas-tugas dari Pak Gusri masih numpuk banyak ri. Maaf yaaah. Lain kali aku janji deh, kita nonton film lain. Kan masih ada yang coming soon. Yah yaah?“ pintaku. “Hmm.. yaudah deh kalau gitu. Sukses la sama tugasnya. Aku duluan yaah”.  “oke! Hati-hati.”

Hari ini tugas aku numpuk banget! Terutama buat ngerjain tugas dari dosen yang ngeselin banget!! oke! bisa dibilang kalau hari ini aku lembur buat ngerjain tugas mata kuliah aku! maaf ya Nuri dan Tia, aku nggak bisa nonton bareng dengan kalian.

Jarum jam sudah menunjuk pukul 20.00 WIB. “haduuhh!! sial! udah jam segini, mana tugas aku belum kelar lagi! payah deh!” gumamku dalam hati. Aku langsung beres-beres dan langsung menuju keluar kampus. Suasana kampus sudah benar-benar sepi. Tak ku liat satupun orang yang ada disini. Ku langkahkan kakiku dengan secepat mungkin hingga aku sampai di luar kampus. “Kira-kira jam segini masih ada angkot gak yah?” gumamku lagi dalam hati. Ku lirik ke kanan dan ke kiri, tak ada satupun kendaraan yang lewat. "Hey!!" Jantungku terasa berhenti sejenak saat mendengar suara itu dan tak sengaja aku menjatuhkan buku-buka yang aku genggam. Saat aku tengok ke arah suara itu, ternyata si Faisal. Huhhh.. bikin kaget aja. “Carla? Belum pulang la? Maaf ya sudah buat kamu kaget” sahut Faisal sambil membantuku membereskan buku ku yang berserakan. “Kirain aku siapa. Ternyata kamu! tadi aku lembur buat ngerjain tugas si dosen botak. Huh!!” jawabku dengan wajah yang bete. “haha.. Pak Gusri maksud kamu? Haha.. mau langsung pulang? Mau aku anter? Kebetulan kosan aku sama kosan kamu kan satu arah” ujar Faisal. “hah?? Serius? Gak apa apa nih?” tanyaku dengan spontan. Haha.. bodoh banget sih aku ! Padahal, si Faisal itu kan Pria idaman aku. Pasti aku gak nolak lah ajakan dia. “iya serius lah ! lagian, mana ada angkot jam segini, la !” ucap Faisal sambil melirik ke jam tangannya. “uhm.. iya juga sih! yaudah deh. Hehe. Tapi gak ngerepotin kan?” tanya aku dengan penuh basa-basi. “iya gapapa. Nyantai aja kali” jawab Faisal dengan senyumannya yang manis.

Sudah cukup lama aku tertarik pada Faisal, teman dari SMA ku. Menurutku, dia sangat baik, pintar, perhatian dan tampan. Memang sih, banyak yang naksir sama dia. Tapi aku tak peduli, sebanyak apapun cewek-cewek yang menyukai Faisal, yang jelas malam ini aku sangat senang sekali karena Faisal ada di dekatku. Tak terasa aku telah sampai di depan kosanku. Dan Faisal pamit untuk segera pulang karna hari sudah sangat gelap.

Hari ini aku tak tahu apa yang harus aku ceritakan pada Nuri dan Tia yang sedang asyik menonton acara TV favorit kita bertiga, karena apa yang saat ini aku rasakan sangat susah untuk dijabarkan kepada mereka. Saking senangnya. Aku pun menari-nari tak jelas di depan mereka, dan membuat mereka bingung. “eh eh, liat deh tuh anak kemasukan jin apa sih?” bisik Nuri kepada Tia sambil menyenggol lengan Tia. “mana aku tau Nur, aneh emang tuh anak!”
“kamu kenapa la? Kerasukan?? Ya Allah Carla! Istighfar la!” ujar Nuri sambil mengusap-usap dahi aku. “Sembarangan kamu! aku dibilang kerasukan! aku tuh lagi seneng banget tauuu“ ujar aku sambil memainkan rambut. “hah? Kenapa la? Cerita-cerita dong sama aku dan Nuri.” Ujar Tia. “haha... oke oke sip! Mau dimulai darimana nih?hehe” ledekku. "Alaaaahh...gayamu la. Sudah cepat ceritakan! Aku sama Nuri udah gak sabar nih dengernya." Desak Tia.
Dan aku pun menceritakan apa yang tadi aku rasakan saat Faisal mengantar aku. Merekapun mendengarkan dengan penuh antusias .

Keesokan harinya. Tia dan Nuri sudah menungguku didepan kosan untuk berangkat kuliah bersama. Saat mobil Tia telah diparkir di pelataran kampus, tiba-tiba lenganku ditarik oleh pria yang membawaku ke taman kampus yang terletak di belakang gedung.  Tia dan Nuri tercengang ngeliat aku ditarik sama Ali (salah satu cowok favorit di kampusku,alias banyak yang demenin. Tapi, aku gak suka dengan gayanya yang sok paling keren sejagad raya.) “apaan sih li?” bentakku sambil melepas lenganku dari dia. “aku mau tanya, kemaren kamu pulang bareng sama siapa?” tanya Ali. “hahh???? Emangnya kenapa?” tanyaku heran. “udah cepet jawab!!”desak Ali. “sama Faisal. Kenapa?”jawabku dengan santai. “oh jadi gitu? Si cowok cupu itu yang udah buat kamu sekarang jadi beda?? Apa okenya sih tuh cowok dibanding aku??”jelas Ali dengan kesombongannya yang tak ku suka. “so???? Apa urusan kamu? Cemburu??? Siapa kamu?? Suka-suka aku dong mau pulang sama siapa?”jawabku. “oh gitu? Ya aku cemburu. Kenapa? Oke emang aku bukan siapa-siapa kamu lagi. Aku hanya mantan kamu aja. Tapi aku masih sayang banget sama kamu, la!”sahut Ali sambil menggenggam  tanganku. “tapi.. sayangnya, aku udah gak sayang sama kamu. Jadi, maaf yah!” jelasku dan aku langsung meninggalkan Ali di taman kampus. Saat aku hendak menuju kantin, tak sengaja aku berpapasan dengan Faisal yang senyum kepadaku. “Hai la.”sapanya. “eh Faisal. Ada apa?”tanyaku. “umm.. gak papa kok. mau ke kantin yah? Bareng yuk!” ajaknya. “oke, boleh”



“Sal, pulang sekolah ada acara gak?”tanyaku yang sambil meneguk segelas milk shake. “kayaknya sih gak ada deh. Kenapa?”tanya Faisal sambil menyantap mie yaminnya. “mau gak temenin aku ke toko buku sebentar?”tanyaku dengan gugup. “ohh.. boleh kok boleh. Yaudah nanti aku tunggu kamu di parkiran yah pulang sekolah.”jawab Faisal dengan senyum manisnya. “oke deh Faisal.”
Akhirnya Faisal memenuhi ajakanku untuk menemaniku ke toko buku. Senang sekali rasanya.

Saat bel berbunyi menandakan sekolah telah usai. Aku langsung meninggalkan kelas dan menuju ke tempat parkiran dimana aku janjian dengan Faisal. Ku lihat Faisal telah menungguku di depan sepeda motornya. “Heey, la!”sapa Faisal dari kejauhan sambil melambaikan tangan kanannya. “hay!!”jawabku dengan lambain tangan juga. “mau jalan sekarang?”tanya Faisal saat aku sudah sampai di depannya. “ya iyalah. Masa besok.”ledekku.

Sesampai di toko buku favoritku yang terletak di daerah Matraman, aku dan Faisal langsung menuju ke tempat buku yang aku cari. “nah, ni dia nih buku yang aku cari-cari! Akhirnya dapet juga. Hehe”sahutku sambil menunjukan buku yang aku pegang. “emang buku apaan sih?”tanya Faisal. “nah, itu dia! Kamu juga harus baca sal! Tapi nanti ya, setelah aku sudah selesai baca nih buku, baru aku pinjemin ke kamu! Hehe” candaku. “haha, dasar kamu! Iya deh aku nurut aja sama tuan putri”gombal Faisal sambil mengelus rambutku. Ternyata selain tampan, Faisal juga romantis. Tak salah aku telah jatuh cinta dengannya.
“La, aku laper nih. Cari makan yuk?”ajak Faisal. “oh. Yaudah yuk! Kebetulan aku juga belum makan nih dari tadi siang.”sahutku.  “dasar Carla! Kalau nanti kamu sakit, baru tau rasa deh! Yaudah yuk cepet cari makan!”jawab Faisal dengan wajah yang cemas. “hehe.. kayak gak tau aku aja. Yaudah yuk!”
Tuhkan. Selain romantis, Faisal juga sangat perhatian kepadaku.

Setelah, aku sama Faisal makan malam bersama, ya meskipun tidak di restoran yang ternama atau terkenal, hanya di pinggiran jalan saja, tapi bagiku dimanapun aku makan, yang penting Faisal ada di samping aku. Hehe. Selesai kami makan, Faisal mengantarku pulang. Sesampai didepan kosan aku, "thanks banget ya sal, udah nganterin aku. Hehe.". "iya, sama-sama la. Jangan kapok ya minta anterin sama aku. Aku pasti ada kok di setiap kamu  butuh, everytime. Aku pulang dulu yah, selamat malam Carla cantik". Oh my God!!! Serasa melayang diri aku saat dia ngomong gitu. "hehe.. oke deh Faisal. Hati-hati yah".

Pas aku masuk di kos. Tia dan nuri lagi asyik makan coklat bareng. "Tuh kan! Apa aku bilang, pasti nih anak pas pulang, kelakuannya nggak jelas kayak gini, temen kamu tuh ri!! " oceh Tia sambil ngunyah coklat. "iiihhh...Tia kenapa sih? Temen kamu lagi seneng banget iniii... Iri kamu yaaa? Haha.. " jawab aku sambil senyam-senyum nggak jelas. "yaudah lah ya, mau dia gimana kek, biarin aja! Maklum lah, namanya juga lagi jatuh cinta. Dah kita lanjutin aja nyok makan coklatnya. Enak banget ini! " oceh Nuri yang lagi lahap banget makan coklat. Dan aku langsung masuk ke kamar. Senang banget dah pokoknya nih hari! Haha..

Keesokannya, pas di kampus. Ali tiba-tiba nyamperin aku, dan ngerangkul aku. Idih sok kenal banget sih cowok -,- . "hai Carla cantik. Nanti malam ada acara gak" tanya Ali. "hmm..ada gak yaaaa..." jawab aku sambil slengean.  "aku ada tiket konser band kesukaan kamu nih, la. Pas banget lagi ada dua! Kamu mau kan nonton bareng aku nanti malem.." tiba-tiba Nuri dan Tia dateng menghampiri aku, "La!! Ayo cepetan, kelamaan lu ah!" teriak Tia sambil narik tangan aku. "au.au! sabar dong ah! Aku juga tau kamu berdua lagi buru-buru. Tapi sakit tangan aku. Li!! Aku duluan ya!!" teriak aku. "ah sial!! Baru aja pengen ngajak Carla jalan, eh si nenek lampir dua itu udah rusuh aja!!" omel Ali.

*Di Sphagetti House
"La, gimana kamu sama si Faisal?" tanya Tia sambil mengunyah sphagettinya. "hah??gimana apanya?" tanya aku dengan muka sok polos. "ya elah, segala pura-pura kagak tau!" sambung Nuri. "hehehe... ya nggak gimana-gimana. Dia kan bukan cowok aku. Eh maksudnya, BELUM jadi cowok aku. haha" jawab aku dengan ngakak khasku. "spik nih Carla! Masa iya kalau dia bukan atau belum jadi cowok kamu tapi kalian sering jalan berdua." Ledek Tia. "ya kan maklum lah. Orang jomblo kayak aku beda sama kalian yang udah pada punya pacar. Kalau aku mah, jalan ama siapa aja. Yang penting happy, haha. Ya kan!! Kalau emang jodohnya juga, pasti nanti aku jadian sama Faisal! Tunggu jadwal mainnya aja. Haha" ledekku. "dasar bahlul!! Oke bener nih, aku sama Tia bakal tunggu! Ya gak nur? Kan gak seru, masa kita udah punya cowok, tapi Cuma kamu yang belum! Nanti kan kita bisa ngedate bareng. Hehe.." "ah dasar, Nuri!! Cowok mulu yang ada di otakmu. Dah ah. Lanjutin ni makan."

Faisal. Ya! Satu nama yang selalu terngiang-ngiang di pikiranku,. Oh God!! Sungguh indahnya makhluk ciptaan-Mu itu. Aku sangat menyukainya, dan mungkin sudah mulai untuk...... ya! Untuk menyayanginya. Tapi, si genit Ali! Aku nggak suka sama sekali dengan dia. Meskipun para cewek di kampus pada tergila-gila sama dia. Emang sih cakep! Tapi ya aku nggak suka dengan gaya dia yang petakilan itu! Yang aku suka macam Faisal. Kira-kira, aku sama Faisal, bisa dibilang pdkt, selama 2 bulan sampai saat ini. Hmm... kapan sih dia nembak aku.
Dan, kamu tau, kira-kira setengah bulan kemudian, Faisal mengatakan suatu kalimat yang selama ini aku tunggu-tunggu dari mulut dia. Yaitu, dia menyatakannya cintanya sama aku!! OMG!!! Mimpi apa aku semalem.! Tapi, aku nggak langsung terima dia, karena yaaa.... karena aku sok jual mahal dulu lah. Aku beri waktu untuk menjawab cinta dia selama 2 hari. Padahal, jawabannya sudah ada di ujung lidahku. Dan kalian pasti sudah tau apa jawabanku.

Akhirnya, dua hari setelah Faisal menyatakan cintanya padaku, aku dan dia resmi jadian.
"Carla!!"  Tiba-tiba ada yang manggil namaku, hah ternyata si Ali. "La, kamu udah jadian sama si cowok culun itu?" tanya Ali. "hah, culun?? Maksud kamu si Faisal?"
"Ya iyalah dia, siapa lagi kalau bukan cowok alay itu."
"Heh!! Kamu denger ya. Dia bukan cowok cupu atau alay. Dia lebih baik dari kamu, yang suka maenin cewek dan gonta-ganti cewek macem kamu!!! Dan satu hal lagi, apa urusan kamu kalau aku jadian sama dia. Terserah aku dong!!" tegasku. Dan aku langsung pergi meninggalkan Ali yang terus-terusan memanggil aku.

5 bulan kemudian...
"Sial!!!! Daritadi aku telponin si Faisal, tapi gak diangkat terus. Kemana sih dia!!!" dumelku yang sedaritadi Faisal tak mengangkat telpon dariku. Sudah 5 bulan aku jadian sama dia. Tapi, akhir-akhir ini dia jarang bahkan sudah nggak pernah hubungin aku lagi. Di kampus juga dia tidak keliatan. Dan aku cari ke kosannya, tapi kata Toto, temen sekosannya, dia gak ada.
"Ya udah kamu sabar, la. Kali aja dia lagi sibuk. Kamu harus ngertiin dia dong. Jangan egois gitu." Sahut Nuri sambil merangkulku. "Ya tapi kamu tau kan, kalau besok itu adalah hari ulang tahun aku!! Masa sampe sekarang dia gak nelpon atau sms aku!!"
Tia dan Nuri emang baik banget. Mereka selalu support aku di saat aku lagi ngedrop atau bahkan down.

Malamnya, saat aku dengan Nuri dan Tia lagi asyik nonton acara TV favorit kita, telpon aku berdering. "Tia!!! Nuri!!!! Liat ini siapa yang nelpon aku. Faisal!!!!" spontan aku langsung seneng banget.
"Halo!! Sayang, kamu kemana aja sih. Aku telpon gak diangkat, ke kosan kamunya gak ada, di kampus juga kamu gak keliatan. Kamu kenapa?? Ada masalah?? Cerita dong ke aku."
"Carla, sebelumnya aku minta maaf,  karena aku nggak pernah hubungin kamu. Dan satu lagi, sebaiknya kamu lupain aku yah. Karena, aku sudah dijodohkan sama mama aku. Dan aku rasa, dia lebih baik dari kamu. Insya Allah, minggu depan aku dan dia tunangan. Terima kasih." KLIK.
Jreng!!! Jreng!!! Jreng!!! Serasa jantungku berhenti sejenak. Dan spontan, aku melepas handphoneku dari genggamanku, dan terjatuh ke lantai. Tia dan Nuri kaget liat ekspresi aku setelah nerima telpon dari Faisal. "Carla!!! Kamu kenapa?? Nuri!! Ambilin air putih, cepet!!!!"
"La, kamu cerita sama kita. Ada apa?" Desak Nuri dan Tia.
Aku pun langsung nangis dipundak Tia yang ada disamping aku. "Ya Allah, Carla.. Kamu kenapa. Ada apa sama Faisal. Cerita dong"
Aku terus menangis sekencang-kencangnya, melampiaskan betapa sakitnya hati aku saat denger Faisal ngomong gitu. Dan akhirnya, aku cerita sama Nuri dan Tia.
"Sialan banget sih tu si Faisal!!!!! Maunya apa sih. Kalau emang tau dia udah dijodohin, kenapa dulu dia kasih harapan besar sama kamu!!!! Kita harus kasih pelajaran!!!!!" omel Nuri.
Tia dan Nuri terus berusaha membuat aku kembali ceria lagi. Faisal memang bukan sebaik yang aku kira.

Satu minggu kemudian.
Aku, Tia dan Nuri menghadiri acara tunangan Faisal. Sakit banget emang, tapi mau apa lagi. Yang aku lakukan sekarang adalah harus menerima dengan lapang dada apa yang terjadi sekarang. Mungkin benar, apa yang dibilang Faisal. Aku memang bukan yang terbaik untuk dia. Aku nggak bisa ngertiin dia disaat dia lagi sibuk, aku udah buat kepercayaan dia hilang untuk aku. Dan sekarang, bagi dia, yang terbaik untuk dia adalah cewek pilihan mamanya. Oke, aku harus bisa lupain Faisal. Kamu haris bisa Carla!!! Aku yakin, aku pasti bisa!!!
Secepat ini waktu berlalu. Dimana Faisal telah menjalani kehidupan baru dengan pilihan mamanya. Aku yang sendiri, terpuruk dan pupus akan ditinggalkan oleh sesosok pria yang amat kucintai dan ku sayangi. Waktu telah berlalu. Perlahan meninggalkan masa silamku. Harus ku mulai dengan membuka hatiku dan membuka lembaran baru dengan penuh senyuman.