Kenalin, namaku
Carla, mahasiswi di suatu Universitas ternama di Indonesia. Umurku belum
tua-tua banget, sekitar 18 tahun. Aku
mempunyai dua sahabat yang paling aku sayang, Tia dan Nuri. Mereka juga satu
Universitas denganku. Dulu aku dengan mereka juga satu SMA . Aku dengan mereka sudah 5
tahun melewati hidup bersama, maupun susah, senang, sedih, atau apalah, tetap
kita lalui bersama.Udah sekitar 2 tahun aku dengan mereka satu kosan yang
terletak di daerah pojokan kota Jakarta. Sedangkan kedua orang tuaku tinggal di Luar kota Jakarta, tepatnya di kota
Magelang. Aku yang berkeinginan untuk ngekos bareng Tia dan Nuri. Dan di lain
hal, kampusku bukan di Magelang, tapi di Jakarta. Itu alasanku mengapa aku
lebih memilih ngekos daripada tinggal bersama tanteku yang tinggal tak jauh
dari kampusku. Aku tidak mau tinggal disana karena, aku ingin mencoba untuk
hidup lebih mandiri.
Terik matahari
menyengat, penuh dengan keramaian lalu lintas yang memadati daerah ibu kota.
Siang ini, aku dan kedua sahabatku, Tia dan Nuri, telah makan siang di sebuah
cafè yang tak jauh dari kampus kami.
“La, habis ini
kamu mau kemana? Ada film bagus looh. Aku sama Nuri mau nonton. Kamu mau ikut
nggak?”ucap Tia. “Hah? Nonton? Yaaah. Kayaknya aku nggak bisa deh. Tugas-tugas
dari Pak Gusri masih numpuk banyak ri. Maaf yaaah. Lain kali aku janji deh,
kita nonton film lain. Kan masih ada yang coming soon. Yah yaah?“ pintaku.
“Hmm.. yaudah deh kalau gitu. Sukses la sama tugasnya. Aku duluan yaah”. “oke! Hati-hati.”
Hari ini tugas aku
numpuk banget! Terutama buat ngerjain tugas dari dosen yang ngeselin banget!!
oke! bisa dibilang kalau hari ini aku lembur buat ngerjain tugas mata kuliah aku!
maaf ya Nuri dan Tia, aku nggak bisa nonton bareng dengan kalian.
Jarum jam sudah
menunjuk pukul 20.00 WIB. “haduuhh!! sial! udah jam segini, mana tugas aku belum
kelar lagi! payah deh!” gumamku dalam hati. Aku langsung beres-beres dan
langsung menuju keluar kampus. Suasana kampus sudah benar-benar sepi. Tak ku
liat satupun orang yang ada disini. Ku langkahkan kakiku dengan secepat mungkin
hingga aku sampai di luar kampus. “Kira-kira jam segini masih ada angkot gak
yah?” gumamku lagi dalam hati. Ku lirik ke kanan dan ke kiri, tak ada satupun
kendaraan yang lewat. "Hey!!" Jantungku terasa berhenti sejenak saat
mendengar suara itu dan tak sengaja aku menjatuhkan buku-buka yang aku genggam.
Saat aku tengok ke arah suara itu, ternyata si Faisal. Huhhh.. bikin kaget aja.
“Carla? Belum pulang la? Maaf ya sudah buat kamu kaget” sahut Faisal sambil
membantuku membereskan buku ku yang berserakan. “Kirain aku siapa. Ternyata
kamu! tadi aku lembur buat ngerjain tugas si dosen botak. Huh!!” jawabku dengan
wajah yang bete. “haha.. Pak Gusri maksud kamu? Haha.. mau langsung pulang? Mau
aku anter? Kebetulan kosan aku sama kosan kamu kan satu arah” ujar Faisal.
“hah?? Serius? Gak apa apa nih?” tanyaku dengan spontan. Haha.. bodoh banget
sih aku ! Padahal, si Faisal itu kan Pria idaman aku. Pasti aku gak nolak lah
ajakan dia. “iya serius lah ! lagian, mana ada angkot jam segini, la !” ucap Faisal
sambil melirik ke jam tangannya. “uhm.. iya juga sih! yaudah deh. Hehe. Tapi
gak ngerepotin kan?” tanya aku dengan penuh basa-basi. “iya gapapa. Nyantai aja
kali” jawab Faisal dengan senyumannya yang manis.
Sudah cukup lama
aku tertarik pada Faisal, teman dari SMA ku. Menurutku, dia sangat baik, pintar,
perhatian dan tampan. Memang sih, banyak yang naksir sama dia. Tapi aku tak peduli,
sebanyak apapun cewek-cewek yang menyukai Faisal, yang jelas malam ini aku
sangat senang sekali karena Faisal ada di dekatku. Tak terasa aku telah sampai
di depan kosanku. Dan Faisal pamit untuk segera pulang karna hari sudah sangat
gelap.
Hari ini aku tak
tahu apa yang harus aku ceritakan pada Nuri dan Tia yang sedang asyik menonton
acara TV favorit kita bertiga, karena apa yang saat ini aku rasakan sangat
susah untuk dijabarkan kepada mereka. Saking senangnya. Aku pun menari-nari tak
jelas di depan mereka, dan membuat mereka bingung. “eh eh, liat deh tuh anak
kemasukan jin apa sih?” bisik Nuri kepada Tia sambil menyenggol lengan Tia.
“mana aku tau Nur, aneh emang tuh anak!”
“kamu kenapa la?
Kerasukan?? Ya Allah Carla! Istighfar la!” ujar Nuri sambil mengusap-usap dahi aku.
“Sembarangan kamu! aku dibilang kerasukan! aku tuh lagi seneng banget tauuu“
ujar aku sambil memainkan rambut. “hah? Kenapa la? Cerita-cerita dong sama aku
dan Nuri.” Ujar Tia. “haha... oke oke sip! Mau dimulai darimana nih?hehe”
ledekku. "Alaaaahh...gayamu la. Sudah cepat ceritakan! Aku sama Nuri udah
gak sabar nih dengernya." Desak Tia.
Dan aku pun
menceritakan apa yang tadi aku rasakan saat Faisal mengantar aku. Merekapun
mendengarkan dengan penuh antusias .
Keesokan harinya.
Tia dan Nuri sudah menungguku didepan kosan untuk berangkat kuliah bersama. Saat
mobil Tia telah diparkir di pelataran kampus, tiba-tiba lenganku ditarik oleh pria
yang membawaku ke taman kampus yang terletak di belakang gedung. Tia dan Nuri tercengang ngeliat aku ditarik
sama Ali (salah satu cowok favorit di kampusku,alias banyak yang demenin. Tapi,
aku gak suka dengan gayanya yang sok paling keren sejagad raya.) “apaan sih li?”
bentakku sambil melepas lenganku dari dia. “aku mau tanya, kemaren kamu pulang
bareng sama siapa?” tanya Ali. “hahh???? Emangnya kenapa?” tanyaku heran. “udah
cepet jawab!!”desak Ali. “sama Faisal. Kenapa?”jawabku dengan santai. “oh jadi
gitu? Si cowok cupu itu yang udah buat kamu sekarang jadi beda?? Apa okenya sih
tuh cowok dibanding aku??”jelas Ali dengan kesombongannya yang tak ku suka.
“so???? Apa urusan kamu? Cemburu??? Siapa kamu?? Suka-suka aku dong mau pulang
sama siapa?”jawabku. “oh gitu? Ya aku cemburu. Kenapa? Oke emang aku bukan
siapa-siapa kamu lagi. Aku hanya mantan kamu aja. Tapi aku masih sayang banget
sama kamu, la!”sahut Ali sambil menggenggam
tanganku. “tapi.. sayangnya, aku udah gak sayang sama kamu. Jadi, maaf
yah!” jelasku dan aku langsung meninggalkan Ali di taman kampus. Saat aku hendak
menuju kantin, tak sengaja aku berpapasan dengan Faisal yang senyum kepadaku. “Hai
la.”sapanya. “eh Faisal. Ada apa?”tanyaku. “umm.. gak papa kok. mau ke kantin
yah? Bareng yuk!” ajaknya. “oke, boleh”
“Sal, pulang
sekolah ada acara gak?”tanyaku yang sambil meneguk segelas milk shake. “kayaknya
sih gak ada deh. Kenapa?”tanya Faisal sambil menyantap mie yaminnya. “mau gak
temenin aku ke toko buku sebentar?”tanyaku dengan gugup. “ohh.. boleh kok
boleh. Yaudah nanti aku tunggu kamu di parkiran yah pulang sekolah.”jawab Faisal
dengan senyum manisnya. “oke deh Faisal.”
Akhirnya Faisal
memenuhi ajakanku untuk menemaniku ke toko buku. Senang sekali rasanya.
Saat bel berbunyi
menandakan sekolah telah usai. Aku langsung meninggalkan kelas dan menuju ke
tempat parkiran dimana aku janjian dengan Faisal. Ku lihat Faisal telah
menungguku di depan sepeda motornya. “Heey, la!”sapa Faisal dari kejauhan
sambil melambaikan tangan kanannya. “hay!!”jawabku dengan lambain tangan juga.
“mau jalan sekarang?”tanya Faisal saat aku sudah sampai di depannya. “ya
iyalah. Masa besok.”ledekku.
Sesampai di toko
buku favoritku yang terletak di daerah Matraman, aku dan Faisal langsung menuju
ke tempat buku yang aku cari. “nah, ni dia nih buku yang aku cari-cari!
Akhirnya dapet juga. Hehe”sahutku sambil menunjukan buku yang aku pegang.
“emang buku apaan sih?”tanya Faisal. “nah, itu dia! Kamu juga harus baca sal!
Tapi nanti ya, setelah aku sudah selesai baca nih buku, baru aku pinjemin ke
kamu! Hehe” candaku. “haha, dasar kamu! Iya deh aku nurut aja sama tuan putri”gombal
Faisal sambil mengelus rambutku. Ternyata selain tampan, Faisal juga romantis.
Tak salah aku telah jatuh cinta dengannya.
“La, aku laper
nih. Cari makan yuk?”ajak Faisal. “oh. Yaudah yuk! Kebetulan aku juga belum
makan nih dari tadi siang.”sahutku. “dasar Carla! Kalau nanti kamu sakit, baru tau
rasa deh! Yaudah yuk cepet cari makan!”jawab Faisal dengan wajah yang cemas.
“hehe.. kayak gak tau aku aja. Yaudah yuk!”
Tuhkan. Selain
romantis, Faisal juga sangat perhatian kepadaku.
Setelah, aku sama
Faisal makan malam bersama, ya meskipun tidak di restoran yang ternama atau
terkenal, hanya di pinggiran jalan saja, tapi bagiku dimanapun aku makan, yang
penting Faisal ada di samping aku. Hehe. Selesai kami makan, Faisal mengantarku
pulang. Sesampai didepan kosan aku, "thanks banget ya sal, udah nganterin aku.
Hehe.". "iya, sama-sama la. Jangan kapok ya minta anterin sama aku. Aku
pasti ada kok di setiap kamu butuh,
everytime. Aku pulang dulu yah, selamat malam Carla cantik". Oh my God!!!
Serasa melayang diri aku saat dia ngomong gitu. "hehe.. oke deh Faisal.
Hati-hati yah".
Pas aku masuk di
kos. Tia dan nuri lagi asyik makan coklat bareng. "Tuh kan! Apa aku
bilang, pasti nih anak pas pulang, kelakuannya nggak jelas kayak gini, temen
kamu tuh ri!! " oceh Tia sambil ngunyah coklat. "iiihhh...Tia kenapa
sih? Temen kamu lagi seneng banget iniii... Iri kamu yaaa? Haha.. " jawab aku
sambil senyam-senyum nggak jelas. "yaudah lah ya, mau dia gimana kek,
biarin aja! Maklum lah, namanya juga lagi jatuh cinta. Dah kita lanjutin aja
nyok makan coklatnya. Enak banget ini! " oceh Nuri yang lagi lahap banget
makan coklat. Dan aku langsung masuk ke kamar. Senang banget dah pokoknya nih
hari! Haha..
Keesokannya, pas
di kampus. Ali tiba-tiba nyamperin aku, dan ngerangkul aku. Idih sok kenal
banget sih cowok -,- . "hai Carla cantik. Nanti malam ada acara gak"
tanya Ali. "hmm..ada gak yaaaa..." jawab aku sambil slengean. "aku ada tiket konser band kesukaan kamu
nih, la. Pas banget lagi ada dua! Kamu mau kan nonton bareng aku nanti
malem.." tiba-tiba Nuri dan Tia dateng menghampiri aku, "La!! Ayo
cepetan, kelamaan lu ah!" teriak Tia sambil narik tangan aku. "au.au!
sabar dong ah! Aku juga tau kamu berdua lagi buru-buru. Tapi sakit tangan aku.
Li!! Aku duluan ya!!" teriak aku. "ah sial!! Baru aja pengen ngajak
Carla jalan, eh si nenek lampir dua itu udah rusuh aja!!" omel Ali.
*Di Sphagetti
House
"La, gimana kamu
sama si Faisal?" tanya Tia sambil mengunyah sphagettinya.
"hah??gimana apanya?" tanya aku dengan muka sok polos. "ya elah,
segala pura-pura kagak tau!" sambung Nuri. "hehehe... ya nggak
gimana-gimana. Dia kan bukan cowok aku. Eh maksudnya, BELUM jadi cowok aku.
haha" jawab aku dengan ngakak khasku. "spik nih Carla! Masa iya kalau
dia bukan atau belum jadi cowok kamu tapi kalian sering jalan berdua."
Ledek Tia. "ya kan maklum lah. Orang jomblo kayak aku beda sama kalian
yang udah pada punya pacar. Kalau aku mah, jalan ama siapa aja. Yang penting
happy, haha. Ya kan!! Kalau emang jodohnya juga, pasti nanti aku jadian sama Faisal!
Tunggu jadwal mainnya aja. Haha" ledekku. "dasar bahlul!! Oke bener
nih, aku sama Tia bakal tunggu! Ya gak nur? Kan gak seru, masa kita udah punya
cowok, tapi Cuma kamu yang belum! Nanti kan kita bisa ngedate bareng.
Hehe.." "ah dasar, Nuri!! Cowok mulu yang ada di otakmu. Dah ah.
Lanjutin ni makan."
Faisal. Ya! Satu
nama yang selalu terngiang-ngiang di pikiranku,. Oh God!! Sungguh indahnya
makhluk ciptaan-Mu itu. Aku sangat menyukainya, dan mungkin sudah mulai untuk......
ya! Untuk menyayanginya. Tapi, si genit Ali! Aku nggak suka sama sekali dengan
dia. Meskipun para cewek di kampus pada tergila-gila sama dia. Emang sih cakep!
Tapi ya aku nggak suka dengan gaya dia yang petakilan itu! Yang aku suka macam Faisal.
Kira-kira, aku sama Faisal, bisa dibilang pdkt, selama 2 bulan sampai saat ini.
Hmm... kapan sih dia nembak aku.
Dan, kamu tau, kira-kira
setengah bulan kemudian, Faisal mengatakan suatu kalimat yang selama ini aku
tunggu-tunggu dari mulut dia. Yaitu, dia menyatakannya cintanya sama aku!!
OMG!!! Mimpi apa aku semalem.! Tapi, aku nggak langsung terima dia, karena
yaaa.... karena aku sok jual mahal dulu lah. Aku beri waktu untuk menjawab
cinta dia selama 2 hari. Padahal, jawabannya sudah ada di ujung lidahku. Dan
kalian pasti sudah tau apa jawabanku.
Akhirnya, dua
hari setelah Faisal menyatakan cintanya padaku, aku dan dia resmi jadian.
"Carla!!" Tiba-tiba ada yang manggil namaku, hah
ternyata si Ali. "La, kamu udah jadian sama si cowok culun itu?"
tanya Ali. "hah, culun?? Maksud kamu si Faisal?"
"Ya iyalah
dia, siapa lagi kalau bukan cowok alay itu."
"Heh!! Kamu
denger ya. Dia bukan cowok cupu atau alay. Dia lebih baik dari kamu, yang suka
maenin cewek dan gonta-ganti cewek macem kamu!!! Dan satu hal lagi, apa urusan
kamu kalau aku jadian sama dia. Terserah aku dong!!" tegasku. Dan aku
langsung pergi meninggalkan Ali yang terus-terusan memanggil aku.
5 bulan
kemudian...
"Sial!!!!
Daritadi aku telponin si Faisal, tapi gak diangkat terus. Kemana sih
dia!!!" dumelku yang sedaritadi Faisal tak mengangkat telpon dariku. Sudah
5 bulan aku jadian sama dia. Tapi, akhir-akhir ini dia jarang bahkan sudah
nggak pernah hubungin aku lagi. Di kampus juga dia tidak keliatan. Dan aku cari
ke kosannya, tapi kata Toto, temen sekosannya, dia gak ada.
"Ya udah kamu
sabar, la. Kali aja dia lagi sibuk. Kamu harus ngertiin dia dong. Jangan egois
gitu." Sahut Nuri sambil merangkulku. "Ya tapi kamu tau kan, kalau
besok itu adalah hari ulang tahun aku!! Masa sampe sekarang dia gak nelpon atau
sms aku!!"
Tia dan Nuri
emang baik banget. Mereka selalu support aku di saat aku lagi ngedrop atau bahkan down.
Malamnya, saat aku
dengan Nuri dan Tia lagi asyik nonton acara TV favorit kita, telpon aku
berdering. "Tia!!! Nuri!!!! Liat ini siapa yang nelpon aku. Faisal!!!!"
spontan aku langsung seneng banget.
"Halo!!
Sayang, kamu kemana aja sih. Aku telpon gak diangkat, ke kosan kamunya gak ada,
di kampus juga kamu gak keliatan. Kamu kenapa?? Ada masalah?? Cerita dong ke
aku."
"Carla, sebelumnya
aku minta maaf, karena aku nggak pernah
hubungin kamu. Dan satu lagi, sebaiknya kamu lupain aku yah. Karena, aku sudah
dijodohkan sama mama aku. Dan aku rasa, dia lebih baik dari kamu. Insya Allah,
minggu depan aku dan dia tunangan. Terima kasih." KLIK.
Jreng!!! Jreng!!!
Jreng!!! Serasa jantungku berhenti sejenak. Dan spontan, aku melepas handphoneku
dari genggamanku, dan terjatuh ke lantai. Tia dan Nuri kaget liat ekspresi aku
setelah nerima telpon dari Faisal. "Carla!!! Kamu kenapa?? Nuri!! Ambilin
air putih, cepet!!!!"
"La, kamu
cerita sama kita. Ada apa?" Desak Nuri dan Tia.
Aku pun langsung
nangis dipundak Tia yang ada disamping aku. "Ya Allah, Carla.. Kamu
kenapa. Ada apa sama Faisal. Cerita dong"
Aku terus
menangis sekencang-kencangnya, melampiaskan betapa sakitnya hati aku saat
denger Faisal ngomong gitu. Dan akhirnya, aku cerita sama Nuri dan Tia.
"Sialan
banget sih tu si Faisal!!!!! Maunya apa sih. Kalau emang tau dia udah
dijodohin, kenapa dulu dia kasih harapan besar sama kamu!!!! Kita harus kasih
pelajaran!!!!!" omel Nuri.
Tia dan Nuri
terus berusaha membuat aku kembali ceria lagi. Faisal memang bukan sebaik yang aku
kira.
Satu minggu
kemudian.
Aku, Tia dan Nuri
menghadiri acara tunangan Faisal. Sakit banget emang, tapi mau apa lagi. Yang aku
lakukan sekarang adalah harus menerima dengan lapang dada apa yang terjadi
sekarang. Mungkin benar, apa yang dibilang Faisal. Aku memang bukan yang
terbaik untuk dia. Aku nggak bisa ngertiin dia disaat dia lagi sibuk, aku udah
buat kepercayaan dia hilang untuk aku. Dan sekarang, bagi dia, yang terbaik
untuk dia adalah cewek pilihan mamanya. Oke, aku harus bisa lupain Faisal. Kamu
haris bisa Carla!!! Aku yakin, aku pasti bisa!!!
Secepat ini waktu
berlalu. Dimana Faisal telah menjalani kehidupan baru dengan pilihan mamanya.
Aku yang sendiri, terpuruk dan pupus akan ditinggalkan oleh sesosok pria yang
amat kucintai dan ku sayangi. Waktu telah berlalu. Perlahan meninggalkan masa
silamku. Harus ku mulai dengan membuka hatiku dan membuka lembaran baru dengan
penuh senyuman.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar