Ujian semester Genap telah usai aku lalui
dengan berjuta-juta penat di dalam benakku. Entah mengapa, aku semakin boring
kalau liburan terlalu lama. Memang sih serba salah, sekolah males karena tugas
yang selalu ada di hidupku, kalau liburan juga males karena bingung juga mau
ngapain. Belum ada planning. Yang bikin BT lagi, MALAM TAHUN BARU !!!! Sama
sekali aku belum ada rencana mau ngapain dan sama siapa ? Sepertinya liburan
kali ini merupakan liburan suram dan kelabu bagiku. Kebanyakan, waktu liburanku
tersita hanya untuk melupakan sang mantan. Sedihnya diriku.
Di hari awal liburanku. Seperti biasa,
kalau aku bangun siang pasti ibuku teriak-teriak untuk membangunkan aku dari
lelapku. “DINAAA !!!!!! BANGUN !!! Perawan-perawan hari gini belum bangun !!
Pamali tau !!!” Teriak ibuku ditambah dengan gedoran pintu kamarku yang membuat
aku terbangun !!!! “Yah elah !!! Masa jam 7 aja udah dibilang siang. Apalagi
kalo gua bangun jam 10 ???? Dibilang sore kallii !!!” gumamku dalam hati. Saat
ku ada didalam kamar mandi, seperti biasa. Bangun tidur lalu gosok gigi lihat
di meja makan tersedia makanan atau tidak ?? Hehe… Seperti biasa pula, ibuku
protes “Udah sana
!!! Sekalian mandi . Toh cuma siram badan saja.” Kalau di meja makan tidak ada
makanan, akupun protes “Ma, masa ga ada makanan sih? Tadi lagian Deni beli
makanan bukannya sekalian beliin !!!” Ya, Deni adalah adikku yang pertama. Dia
baru kelas 6 SD. “Makanya, bangunnya jangan siang-siang. Mana ada yang jualan
makanan jam segini.” balas ibuku. Akupun langsung menyalakan televisi.
Hmmmmmm…..kalau dipikir-pikir, sepertinya aku anak yang malas. Hehe.. Tapi,
jangan salah ! Pekerjaanku bukan di pagi hari, melainkan di sore hari.
Esok harinya, entah kenapa pukul 06.00 WIB,
aku sudah terbangun dari tidurku tanpa teriakkan ibuku. “Din, mandi sana !!! Nanti kita
berangkat ke Magelang !!!” kata ibuku. “Lho,memangnya ada apa ma? Kok mendadak
begini???” akupun kaget karena tiba-tiba ibuku bilang kalau akan pergi ke
kampung halamanku. “Yaudah buruan sana
!!! Mau ikut gak? Tidak usah banyak tanya.” Jawab ibuku yang baru saja
memandikan adikku yang berumur 2 tahun. “Hehe…ya pasti mau lah !!! Masa liburan
dirumah mulu. Mang gua keong ! Hehe..lumayan..Itung-itung, bisa sambil nglupain
dia..” gumamku dalam hati. Akupun langsung mandi dan merapikan segala bawaanku.
Sekitar pukul 11.00 WIB aku, ibuku, kedua adikku, tante dan omku telah siap
didalam mobil dan langsung meninggalkan rumah. Ayahku terpaksa tidak ikut
karena ia belum bisa ambil cuti karena masih banyak pekerjaan. Di Magelang,
kami tiba pukul 00.30 WIB. Perjalanan yang melelahkan ! Akupun langsung
tertidur dengan lelap.
Fajar telah terbit. Di kampungku, pagi hari
memang sangat dingin. Entah kenapa, pukul 6 pagi aku sudah bangun. Aku tidak berani
pagi-pagi gini sudah mandi, apalagi airnya dingin sekali. Padahal, udaranya kan sudah dingin.
Tiba-tiba handphoneku berdering tanda bahwa ada sms masuk. Tertera nomor yang
tidak ada di handphoneku. “Oohh……Reza !! Tumben dia sms gue.” Gumamku. Reza itu
mantanku yang baru putus denganku.
Tumben
lo gak sms atau nelpon gue lagi. Udah lupa lo yah sama gue?
Sender
: 0853xxxx
“Apa
maksud dia ngomong gini ke gue ?? Mang napa kalau gue gak sms-sms dia? Bukannya
justru bagus !!” protesku dalam hati. Lalu kuletakkan kembali handphoneku,
tanpa membalas pesan masuk dari dia.
Keesokan harinya. Aku bangun pukul 06.00
WIB. Hari ini merupakan hari akhir dari tahun 2009 ini. Akupun bingung karena
sama sekali belum ada rencana apapun. Aku mengajak ibuku untuk pergi ke Borobudur, tetapi dia tidak mau. Memang, kampungku dekat
dengan Borobudur. Waktupun berputar, pagi
hingga siang berlanjut terbenamnya matahari dan malampun tiba. Bertanda
detik-detik menyambut lembar kehidupan yang baru. Terpaksa, karena tidak ada
rencana. Aku melewati detik-detik terakhir ini dengan melelapkan tidurku.
Namun, yang ada dibenakku hanya dia !!! “Kenapa sih ! Selalu ada dia mulu
dipikiran gua ?” hatiku berbicara. Aku iri karena dia pasti menikmati malam
tahun baru ini dengan pacar barunya. Sedih sekali hati ini. Akhirnya akupun
terlelap dalam tidurku. Dalam benakku, aku berprinsip bahwa, “meskipun aku tidak dapat merayakan malam
tahun baru kali ini. Tapi, semoga saja aku bisa merubah sikap dan prilaku ku
dari buruk hingga baik.”
Setelah melewati malam yang suram tersebut,
hari ini aku, ibuku, kedua adikku dan kakak sepupuku yang ada di kampung akan
pergi ke Candi Borobudur yang letaknya tidak jauh dari kampungku. Kamipun
berangkat berjalan kaki, karena letaknya dekat sekali. “Bule, aku ora melu yo
neng Candi, aku arep dolan.” Kata kakak sepupuku dengan berbahasa Jawa. “Yowes,
ora opo-opo. Ati-ati yo.” Jawab ibuku. Memang, bagi penduduk yang rumahnya
tidak berjauhan dengan Candi Borobudur merasa jenuh kalau ingin berwisata
kesana. Tetapi, bagi turis-turis dan pendatang jauh,merasa tertarik,begitupun
saya. Setelah sampai disana, kamipun menuju ketempat cenderamata.
Setelah,selesai mencari apa yang diinginkan, kami pergi ke suatu tempat rumah
makan bakso Pak Mingin,namanya. “Pak,3 bakso, 1 Es Campur dan 2 Teh botol ya.”
Pinta ibuku kepada penjual bakso yang memang dandanannya klimis. “Nje bu.”
Jawab penjual bakso dengan ramah. Hmm…Kenyang juga makan bakso !! “Ma, naik ke
candinya yuk !!” pinta adikku yang kelas 6 SD tersebut. “Nanti, kalau naik,
siapa yang mau gendong adikmu ini? Memangnya tidak capek turun naik.” Tolak
ibuku dengan alasan yang menurut saya aneh. Ya sudah lah, terpaksa tidak naik
ke candinya. Hufh .. Dasar orangtua ! hehe… Kamipun pulang dengan menggunakan
andong.
Sesampai di depan rumah, aku bertemu dengan
wanita sekitar berusia 45 tahun. “Iki dina po bukan? Pangling aku ngliatnya. Wis besar yo ? Karo sopo
kemari? Ndi ibune?” sapa wanita tersebut dengan ramah. “Iya bu, ini Dina.
Kesini sama mama kok. Itu ada didalam, mampir dulu bu !” jawab ku dengan ramah
pula. “Ora sah ! Salamin aja buat ibune !” sahut wanita tersebut, akupun
tersenyum. “Yo wes yo. Tak pamit dulu, ono gawean iki neng rumah.” Kata wanita
itu lagi. Setelah dipikir-pikir, kenapa yah kebanyakan orang disini saat melihatku
pada pangling. Apa mungkin karena sudah lima
tahun aku tidak menginjak kampung halamanku ini? Hmm…yasudahlah tidak usah
terlalu dipikirkan.
Keesokan harinya, aku dan keluargaku dari Jakarta pamit kepada nenek
dan kakekku. “Hadooo !!! Kenapa coba harus ada salak dimobil ini ! Buat gue gak
nyaman aja !” kataku dengan dongkol. Memang, dari kecil aku sangat tidak suka
dengan buah salak. Kalau ada salak dirumahku, akupun teriak dan marah-marah
tidak jelas. Selama perjalanan, aroma salak yang menurutku tidak sedap itu
mengganggu pernapasanku. Terpaksa aku membuku celah di jendela mobil.
“Huh,macet banget lagi !! Ada
apa sih ini?” kata omku dengan kesal. “Ya namanya juga hari akhir liburan.
Pasti macet lah!” jawab tanteku dengan nada menenangkan perasaan omku yang
sedang keki. “Ah,paling juga lagi buka-tutup. Kan lagi di jalur nagrek.” Sambung ibuku
yang sedang memangku adikku yang tertidur. Memang, di jalur Nagrek ini, hamper
satu setengah jam mobil terdiam karena menunggu buka-tutup. Padahal, di jalur
yang berlawanan arah dengan jalurku kosong. Tidak lama kemudian, datanglah pak
polisi, menandai bahwa sudah bisa berjalan. Artinya, jalur yang berlawanan
dengan jalurku telah ditutup dan jalurku telah dibuka. Akhirnya perjalanan
kembali normal. Akupun tertidur hingga tiba dirumah ku. Sesampai dirumah, aku
membantu ibuku menurunkan barang-barang. Lalu, aku melanjutkan tidurku.
Keesokannya, saat aku bangun, badanku
terasa tidak enak. Akupun terpaksa tidak masuk sekolah, padahal hari ini hari
pertama masuk. Yasudah, aku terpaksa istirahat dirumah.
Selesai lah masa liburanku kali ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar